Kamis, 01 Januari 2015

Alquran terdapat ilmu biologi di dalamnya

 

Al-Quran merupakan sumber ilmu pengetahuan yang sudah ada sejak 1400 tahun lalu. Para ilmuwan non muslim baru bisa mengungkap satu hal dalam kurun waktu puluhan tahun, padahal hal itu sudah ada pada Al-Quran. 

“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.” (Al Qur’an, 96: 15-16)

Ungkapan “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” dalam ayat di atas sungguh menarik. Penelitian yang dilakukan di tahun-tahun belakangan mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang bertugas mengatur fungsi-fungsi khusus otak, terletak pada bagian depan tulang tengkorak. Para ilmuwan hanya mampu menemukan fungsi bagian ini selama kurun waktu 60 tahun terakhir, sedangkan Al Qur’an telah menyebutkannya pada 1400 tahun lalu. 

Buku berjudul Essentials of Anatomy and Physiology, yang berisi temuan-temuan terakhir hasil penelitian tentang fungsi bagian ini, menyatakan: Dorongan dan hasrat untuk merencanakan dan memulai gerakan terjadi di bagian depan lobi frontal, dan bagian prefrontal. 

Berikut ini adalah hal-hal biologi yang dijelaskan dalam Al-Quran, dikutip Aktual.co dari artikel islam, Senin (2/9), yaitu:

1. Setetes air mani
Selama persetubuhan seksual, 250 juta sperma terpancar dari kemaluan laki-laki dalam satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan 5 menit yang sulit di dalam rahim wanita sampai menuju sel telur. Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari sebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya. Ini dijelaskan dalam Al-Qur’an :

“Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?” (Al Qur’an, 75: 36-37)

2. Jenis kelamin dari bayi
“Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.” (Al Qur’an, 53:45-46)

Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut “XY” pada pria, dan “XX” pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.

3. Pembungkusan tulang oleh otot
Sisi penting lain tentang informasi yang disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an adalah tahap-tahap pembentukan manusia dalam rahim ibu. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam rahim ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, dan selanjutnya terbentuklah otot yang membungkus tulang-tulang ini.

“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik” (Al Qur’an, 23:14)

Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuknya yang kita kenal. Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati posisinya di sekeliling bentukan tulang. (Moore, Developing Human, 6. edition,1998.)

4. ASI
Air susu ibu (ASI) adalah suatu campuran ciptaan Allah yang luar biasa dan tak tertandingi sebagai sumber makanan terbaik bagi bayi yang baru lahir, dan sebagai zat yang meningkatkan kekebalan tubuhnya terhadap penyakit. Bahkan makanan bayi yang dibuat dengan teknologi masa kini tak mampu menggantikan sumber makanan yang menakjubkan ini.

Allah memberitahu kita informasi penting ini sekitar 14 abad yang lalu, yang hanya diketahui melalui ilmu pengetahuan baru-baru ini, dalam ayat-Nya, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Al Qur’an, 31:14)

5. Kelahiran bayi
“Kami telah menciptakan kamu; maka mengapa kamu tidak membenarkan? Adakah kamu perhatikan (benih manusia) yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya? Ataukah Kami yang menciptakannya?” (Al Qur’an, 56:57-59)

Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya yang luar biasa itu ditegaskan dalam banyak ayat. Beberapa informasi di dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci sehingga mustahil bagi orang yang hidup di abad ke-7 untuk mengetahuinya. Beberapa di antaranya yaitu: Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya (spermazoa). Sel kelamin laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi. Janin manusia melekat pada rahim sang ibu bagaikan lintah. Manusia berkembang di tiga kawasan yang gelap di dalam rahim.

6. Campuran dalam air mani
Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.

Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Al-Qur’an, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran: “Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan.” (Al Qur’an, 76:2)

Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa manusia diciptakan dari “bahan campuran” ini: “Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina.” (Al Qur’an, 32:7-8)

7. Segumpal darah yang menempel pada rahim
Ketika sperma dari laki-laki bergabung dengan sel telur wanita, intisari bayi yang akan lahir terbentuk. Sel tunggal yang dikenal sebagai “zigot” berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi “segumpal daging”. Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia dengan bantuan mikroskop.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.” (Al Qur’an, 96:1-3)

Arti kata “‘alaq” dalam bahasa Arab adalah “sesuatu yang menempel pada suatu tempat”. Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah. Tentunya bukanlah suatu kebetulan bahwa sebuah kata yang demikian tepat digunakan untuk zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu. 

8. Tiga tahapan bayi dalam rahim 
Dalam Al Qur’an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya. “… Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (Al Qur’an, 39:6)

Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar. Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut: “Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran.” (Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)

9. Tanda manusia pada sidik jari
Saat dikatakan dalam Al-Qur’an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang sidik jari manusia secara khusus ditekankan: “Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna.” (Al Qur’an, 75:3-4)

Keunikan sidik jari ini baru ditemukan di akhir abad ke-19. Sebelumnya, orang menghargai sidik jari sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus. Namun dalam Al Qur’an, Allah merujuk kepada sidik jari, yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting sidik jari, yang baru mampu dipahami di zaman sekarang.

Jumat, 19 Desember 2014

7 Ilmuwan Biologi Muslim

       1. Al Jahiz
Al-Jahiz dilahirkan di Basra (Irak) pada tahun 781 Masehi. Ia adalah pencetus pertama teori evolusi. Sayang namanya tidak disebutkan dalam buku-buku pelajaran biologi di sekolah maupun di perguruan tinggi. Pelajar dan mahasiswa lebih mengenal nama Charles Darwin, ilmuwan yang hidup seribu tahun sepeninggal Al-Jahiz. Darwin yang hidup pada masa 1809-1882 itu dikenal melalui bukunya bertajuk On the Origin of Species (1859).
Jika Darwin pernah menulis soal migrasi burung-burung di Kepulauan Galapagos, maka jauh sebelum itu Al-Jahiz juga pernah melakukannya. Al-Jahiz adalah ahli biologi pertama yang mencatat perubahan hidup burung melalui migrasi. Dia berpendapat, lingkungan dapat menentukan karakteristik fisik makhluk hidup. Asal muasal beragamnya warna kulit manusia, misalnya, terjadi sebagai akibat dari lingkungan tempat mereka tinggal.

Al-Jahiz (781 M - 869 M) merupakan ahli biologi pertama yang mengungkapkan teori struggle for existence (berjuang untuk tetap hidup). Makhluk hidup, kata Al-Jahiz, agar bisa bertahan hidup harus berjuang. Berjuang untuk mengatasi pengaruh dampak lingkungan, persaingan memperoleh makanan, dan rasa aman.

Ilmuwan asal Irak itu menulis Kitab Al-Hayawan (buku tentang kehidupan binatang). Dalam kitab itu dia menulis tentang teori evolusi, adaptasi, dan psikologi binatang. Untuk dapat bertahan hidup, makhluk hidup harus berjuang.

2.    2. Ibnu Miskawaih
Nama Lengkapnya adalah Ahmad Ibn Muhammad Ibn Yaqub Ibn Miskawaih, adalah seorang filosof muslim yang di anggap mampu memadukan dua tradisi pemikiran Yunani dan Islam, di samping juga ahli dalam filsafat Romawi, India, Arab, dan Persia, yang memusatkan perhatiannya pada filsafat etika Islam, meskipun sebenarnya Ibnu Miskawaih adalah seorang dokter, sejarawan dan ahli bahasa.[T.J.De Boer, Tarikh al –Falsafah fi al-islam. Terjemah Muhd. Abd al-Hadi Abu Ridah.Kairo Maktabah al-Nahdlah al-Mishriyyah. Tt. hlm 73] Ia lahir pada tahun 320 H/932 M di Rayy (Teheran Iran) dan meninggal di Istafhan pada tanggal 9 Shafar tahun 412 H/16 Februari 1030 M, Ibnu Miskawaih hidup pada masa pemerintahan dinasti Buwaihiyyah (320-450 H/932-1062 M).

Dalam teori evolusi Ibnu Miskawaih  mengajukan prinsip  bahwa Evolusi manurutnya berlangsung dari alam mineral ke alam tumbuh-tumbuhan, selanjutnya ke alam binatang, seterusnya ke alam manusia. Transisi dari alam mineral ke alam tumbuhan terjadi melalui merjan (kerang), dari alam tumbuhan ke alam binatang melalui pohon kurma dan dari alam binatang ke alam manusia melalui kera.

3.   3.  Al Mashudi
Al-Mashudi dikenal telah meletakkan dasar-dasar teori evolusi dalam karyanya yang dikenal sebagai “Padang rumput emas”. Karya Al-Mashudi lainnya ada dalam Kitab Al-Tanbih wal Ishraq. Dalam kitab ini ia menjelaskan teori evolusi dari mineral ke tumbuhan, dari tumbuhan ke binatang, dan seterusnya.


Sedangkan Ibnu Maskawaih menulis teori evolusinya dalam kitab The Epistles of Ikhwan Al-Safa. Dalam kitab ini ia mengungkapkan tentang tingkatan perkembangan sebuah species. Mulai dari air, mineral, tanaman, hewan, dan seterusnya. Karya Ibnu Maskawaih ini sangat populer di dunia Barat. Bahkan  teori evolusinya telah banyak mempengaruhi penganut paham Darwin.

4.    4. Al Damiri
Pakar biologi Muslim lainnya adalah Al-Damiri. Ilmuwan yang wafat di Kairo, Mesir, tahun 1405 M itu banyak diinspirasi oleh Al-Jahiz yang dikenal sebagai ahli zoologi paling terkemuka di dunia Islam.

Al-Damiri menuliskan karyanya dalam Kitab Hayat al- Hayawan (Kehidupan Binatang). Ini adalah sebuah eksiklopedi tentang kehidupan binatang dan menjadi sumber informasi penting tentang binatang. Karya Al-Damiri merupakan karya yang sangat penting dalam kajian zoologi. Ensiklopedi sejarah binatang itu tercatat 700 tahun lebih awal dari yang ditulis ahli biologi Barat, Buffon. Namun nama Buffon lebih dikenal ketimbang Al-Damiri.

5.    5. Abu Zakaria Yahya
Abu Zakaria Yahya adalah penulis Kitab Al-Filahah. Ilmuwan yang menulis di akhir abad ke-12 di Sevilla (Spanyol) itu adalah penulis ilmu-ilmu pertanian. Bukunya memuat 585 jenis tanaman dan teknik budidaya lebih dari 50 tanaman buah-buahan. Ia juga menulis penyakit-penyakit tanaman dan cara mengatasinya, serta jenis-jenis tanah, kesuburan, dan cara pemupukannya.

6.    6. Al Baytar
Abdullah Ibn Ahmad Al-Baytar. Ia adalah ahli botani dan sekaligus pakar obat-obatan (farmasi) terkemuka di Spanyol saat itu. Ia menjelajahi wilayah Mediterania, dari Spanyol sampai Syiria, untuk mengumpulkan tanaman-tanaman yang bisa digunakan untuk pengobatan (herbal).

Al-Baytar menjelaskan lebih dari 1.400 obat-obatan herbal dan membandingkannya dengan temuan-temuan lebih dari 150 penulis Muslim sebelumnya. Ilmuwan yang meninggal di Damaskus, Syiria, ini menjadi herbalis terkemuka di dunia Islam.

Karya-karya Al-Baytar antara lain Al-Mughani-fi al- Adwiyah al-Mufradah (kitab tentang obat-obatan) dan Al-Jami fi al-Adwiyah al-Mufradah (kitab tentang obat-obatan dari binatang, buah-buahan dan mineral). Kitab ini juga memuat 200 tanaman yang saat itu belum dikenal orang.

7.    7. Al Nabati
Abul Abbàs Al-Nabati. Sebagaimana Al-Baytar, Al-Nabati juga seorang pengembara. Ia berkelana sepanjang pantai-pantai Afrika dari Spanyol sampai ke negeri-negeri Arab di Timur Tengah untuk mengumpulkan dan meneliti tanaman-tanaman herbal. Al-Nabati menemukan sejumlah tanaman langka di pantai Laut Merah. Nama Al-Nabati, dan juga pakar biologi Muslim lainnya tetap dikenang hingga sekarang karena sumbangsihnya yang sangat luar biasa bagi kehidupan manusia. Bahkan dalam kehidupan kita sehari-hari, nama Nabati sangat akrab di telinga kita.


Disarikan dari berbagai sumber.

Kamus Istilah Biologi

Istilah-istilah dalam Biologi :

  • Abiotik : Benda mati.
  • Abisal : Pembagian bioma air laut dengan kedalaman daerah lebih dari 2000 meter.
  • Adaptasi : Penyesuaian diri suatu organisme terhadap lingkungan tempat hidupnya.
  • Aerobik : Bakteri (dan sel lain) yang melakukan pernafasan dengan menggunakan oksigen bebas.
  • Agen : Bibit penyakit.
  • Akinet : Sel yang mengalami penebalan dinding, ukurannya membesar dan didalamnya terdapat spora (endospora).
  • Alogami : Penyerbukan yang terjadi jika serbuk sari berasal dari bunga pohon lain yang sejenis.
  • Altituda : Letak suatu daerah bardasarkan tingginya dari permukaan air laut.
  • Amitosis : Proses pembelahan sel secara langsung tanpa melalui fase pembelahan sel tertentu.
  • Anaerobik : Bakteri (dan sel lain) yang melakukan pernafasan tanpa memerlukan oksigen bebas.
  • Anemogami : Penyerbukan yang diperantarai oleh angin.
  • Angiospermae : Tumbuhan biji terbuka.
  • Anteridiofor : Tangkai anteridium.
  • Anteridium : Organ pembentuk sel kelamin jantan (spermatozoid) pada tumbuhan paku atau lumut.
  • Antibodi : Zat yang dibentuk dalam darah untuk memusnahkan bakteri/kuman.
  • Antigen : Zat yang dapat merangsang pembentukan antibodi jika diinjeksikan ke dalam tubuh.
  • Antitoksin : Zat pelawan antigen (benda asing yang masuk tubuh).
  • Antropogami : Penyerbukan yang dibantu oleh manusia; disebut juga penyerbukan sengaja atau buatan.
  • Aplanospora : Spora yang tidak memiliki flagela.
  • Arkegonium : Bagian tubuh tumbuhan yang berfungsi untuk alat reproduksi; menghasilkan sel gamet betina (Ovum).
  • Autogami : Penyerbukan sendiri.
  • Autotrof : Organisme berklorofil yang mampu mengubah zat anorganik menjadi zat organik.
  • Avitaminosis : Penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin.
  • Badan kutub (polar body) : Produk meiosis seluler haploid yang tidak fungsional, selain oosit.
  • Bakteri (bacterium) : Mikroorganisme bersel tunggal yang tidak memiliki inti sel sejati.
  • Basidiokarp : Tubuh buah yang merupakan tempat tumbuhnya basidium dalam Basidiomycota.
  • Basidiomycota : Jamur makroskopik.
  • Basil (bacillus) : Bakteri berbentuk batang.
  • Batial : Pembagian bioma air laut dengan kedalaman daerah 200 – 2000 meter.
  • Beri – beri : penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin B.
  • Bibit Unggul : Bibit hasil seleksi secara buatan yang mempunyai sifat – sifat sesuai dengan keinginan kita.
  • binomial nomenklatur : Penamaan jenis (spesies) dengan menggunakan dua nama.
  • Biodiversitas : Keanekaragaman hayati.
  • Biogenesis : Teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.
  • Bioma : Sekelompok makhluk hidup yang menempati daerah luas di permukaan bumi.
  • Biosfer : Lapisan bumi yang dihuni oleh makhluk hidup.
  • Bioteknologi : teknologi yang menggunakan makhluk hidup untuk menghasilkan produk yang berharga bagi manusia.
  • Biotik : Makhluk hidup, benda hidup.
  • Blastokist (blastocyst) : Embrio mamalia saat memasuki dinding uterus.
  • Blastomer (blastomere) : Salah satu sel hasil pembuahan sel telur di tahap awal.
  • Blastula : Bola sel berongga yang dihasilkan dari pembelahan sel tahap awal pada perkembangan embrio.
  • BOD (Biological Oxygen Demand) : Kebutuhan oksigen secara biologis.
  • Brakte (bractea) : Salah satu bagian bunga, yaitu daun pelindung yang berfungsisebagai penarik perhatian serangga penyerbuk.
  • Bryophyta : Divisi lumut daun.
  • Cagar alam : Upaya pelestarian semua sumber daya alam yang ada untuk tidak dimanfaatkan agar terjaga kelestariannya.
  • Carolus Linnaeus : Tokoh yang mencetuskan system penamaan spesies dan penamaan berbagai macam tumbuhan.
  • Charles Darwin : Pelopor sistem klasifikasi berdasarkan filogeni.
  • Chlamydomonas : Contoh dari chlorophyta bersel tunggal yang dapat bergerak.
  • Chlorella : Contoh dari chlorophyta bersel tunggal tidak dapat bergerak.
  • Chlorophyta : Alga Hijau.
  • Chrysophyceae : Alga Cokelat-Keemasan.
  • Chrysophyta : Alga Keemasan.
  • Ciliata : Protista bersel satu yang permukaan tubuhnya memiliki banyak rambut getar (silia).
  • Ciri poligenik (polygenic trait) : Ciri fenotipe yang dipengaruhi beberapa gen.
  • Coniferophyta : Tumbuhan pembawa kerucut, karena alat reproduksinya berbentuk kerucut (strobilus).
  • Culex : Sejenis nyamuk rumah yang menyebarkan larva cacing Filaria penyebab penyakit kaki gajah.
  • Cyanobacteria : Alga Hijau-Biru.
  • Cyanophyta : Alga Biru.
  • Cycas rumphii : Pakis haji.
  • Degenerasi : Penyusutan (tidak tumbuh sempurna).
  • Dekomposer : Mikroorganisme yang berperan menguraikan zat – zat sisa organik.
  • Denitrifikasi : Proses pengubahan amonium menjadi nitrogen bebas di udara oleh bakteri.
  • Detritivor : Hewan pemakan hancuran/serpihan sisa bahan – bahan organik.
  • Deuteromycota : Jamur tak tentu.
  • Dihibrid : Dua sifat berbeda.
  • Dikotil : Dua kotiledon atau dua daun lembaga/kotil pada biji.
  • Diploid : Kromosom yang berpasangan.
  • Dislokator : Sel dinding, yaitu sel yang berasal dari hasil pembelahan sel generatif pada Gymnospermae.
  • Divisi : Merupakan tingkatan takson yang menghimpun beberapa kelas yang memiliki persamaan ciri – ciri.
  • DNA (Deoxyribonucleic acid) : Asam nukleat yang digunakan untuk menentukan hubungan kekerabatan makhluk hidup.
  • Dominan : sifat yang muncul pada suatu organisme.
  • Ekosistem : Suatu sistem yang di dalamnya terdapat interaksi antara komponen biotik dan abiotik.
  • Eksplan : Pertumbuhan tumbuhan di luar tubuh dengan media kultur.
  • Ekstensifikasi Pertanian : Usaha memperluas lahan pertanian sehingga hasil yang diperoleh makin meningkat.
  • Embrio : Individu baru hasil pembuahan.
  • Embriogeni : Penyuburan lingkungan perairan.
  • Emigran : Orang yang meninggalkan tanah airnya dan pergi ke Negara lain untuk menetap.
  • Endemik : Hanya berada di satu kawasan atau daerah.
  • Endosperma : Cadangan makanan.
  • Endospora : Spora yang terbentuk dalam sel induk sendiri.
  • Entomogami : Penyerbukan yang diperantai oleh serangga.
  • Epididimis : Anak testis.
  • Epiteka : Tutup sel pada diatom.
  • Eukariot : Organisme yang bermembran inti.
  • Eukariotik : Sel organisme yang bahan intinya diselubungi oleh membran inti.
  • Evolusi : Perubahan struktur alat tubuh organisme yang berlangsung sedikit demi sedikit dalam waktu yang lama.
  • Fasciola : Cacing hati.
  • Fenotipe : Sifat yang tampak.
  • Fertil : Subur.
  • Fertilisasi : Peleburan sel telur dengan spermatozoid (pembuahan).
  • Fetus : Janin yang sudah memperlihatkan bagian – bagian tubuh dengan jelas atau sempurna.
  • Fikoeritrin : Pigmen merah laut air yang terdapat pada kloropas Rhodophyta.
  • Fikosianin : Pigmen biru laut air yang terdapat pada kloropas Rhodophyta.
  • Filial : Anak keturunan / generasi.
  • Filogeni : Sejarah evolusi makhluk hidup.
  • Flagela : Tonjolan berbentuk cambuk pada sutu sel yang berguna untuk alat gerak.
  • Flagellata : Golongan hewan bersel satu yang bergerak dengan menggunakan bulu cambuk.
  • Formalin : Bahan pengawet organ tubuh, binatang, atau mayat.
  • Fosil : Sisa – sisa makhluk hidup yang sudah membatu.
  • Fotik : Daerah yang dapat ditembus cahaya dalam bioma air.
  • Fragmentasi : Cara perkembangbiakan suatu organisme dengan jalan memotong tubuh menjadi beberapa bagian dengan setiap potongan tubuhnya dapat tumbuh menjadi individu baru.
  • Galur murni : Keturunan yang masih memiliki sifat asli.
  • Gamet : Sel kelamin.
  • Gametangium : Gonad pada tumbuhan.
  • Gastrodermis : Lapisan kulit yang berfungsi sebagai usus.
  • Gastrovaskuler : Usus yang berfungsi sebagai pengedar makanan.
  • Gen : Faktor pembawa sifat keturunan dari suatu individu.
  • Generatif : Perkembangbiakan secara kawin.
  • Genotipe : Sifat yang tidak tampak dari luar.
  • Gizi : Zat makanan, komponen penyusun bahan makanan yang diperlukan tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan serta manjaga kesehatan tubuh.
  • Gnetum gnemon : Melinjo.
  • Gonad : Sel induk pembentuk sel kelamin.
  • Guano : Pupuk yang berasal dari kotoran burung atau kelelewar yang mengandung fosforus tinggi.
  • Gymnospermae : Tumbuhan biji terbuka.
  • Genetika : Cabang biologi yang mempelajari tentang pewarisan sifat.
  • Habitat : Tempat hidup suatu organisme mulai dari lahir, berkembang biak, sampai mati.
  • Haploid : Kromosom yang tidak berpasangan.
  • Herbivora : Hewan pemakan tumbuh – tumbuhan.
  • Hermafrodit : Organ pembentuk sel kelamin jantan dan betina yang terdapat dalam satu tubuh.
  • Heterozigot : Pasangan gen yang tidak sama.
  • Hibrid : Hasil perkawinan antara dua individu yang mempunyai sifat beda.
  • Hibridisasi : Persilangan dari populasi yang berbeda.
  • Hidrofit : Tumbuhan yang hidup di dalam air.
  • Hidrogami : Penyerbukan yang diperantarai oleh air.
  • Hifa : Benang – benang jamur.
  • Higiene : Upaya pengelolaan kesehatan yang mengarah pada usaha kesehatan individu.
  • Higrofit : Tumbuhan drat yang hidup di tempat lembab.
  • Homologi : Sama bentuk dan struktur karena berasal dari asal – usul yang sama.
  • Homozigot : Pasangan gen yang sama.
  • Hospes : Inang.
  • Implantasi : Proses penempelan zigot pada dinding rahim.
  • Imunisasi : Upaya menambah kekebalan tubuh terhadap penyakit dengan serum / vaksin.
  • Indusium : Tonjolan daun yang melindungi sorus pada tumbuhan paku.
  • Insektisida : Obat pembunuh serangga.
  • Inseminasi : Kawin suntik.
  • Intensifikasi Pertanian : Usaha peningkatan cara bertani dari yang tradisional ke cara yang lebih modern sehingga dapat meningkatkan hasil yang diperoleh.
  • Interferon : Protein khusus yang dihasilkan tubuh yang dapat mencegah infeksi virus.
  • Intermediat : Sifat yang bersama – sama pada suatu organisme.
  • Inti sel (nucleus) : Bagian sel eukariot yang dilingkupi membran inti dan berisi kromosom.
  • Intron : Bagian gen yang tidak menyandi. Sebagian besar gen eukariot terdiri dari sekuens DNA intron dan ekson yang berselang seling.
  • Inversi (inversion) : Kondisi genetis ketika segmen kromosom mengalami rotasi 1800 dari orientasi linear aslinya.
  • Isogami : Bentuk dan ukuran sel kelamin jantan dan betina sama.
  • James Watson : Tokoh yang menemukan struktur DNA dan RNA.
  • Jamur : Organisme eukariotik dan tidak berklorofil.
  • Jantan : Alat sel kelamin yang menghasilkan sperma.
  • Jantung Koroner : Penyakit yang disebabkan oleh adanya penyempitan pembuluh darah jantung.
  • Jaring – jaring makanan : Peristiwa memakan dan dimakan yang digambarkan dalam bentuk jaring – jaring yang saling berhubungan.
  • Junk Food : Makanan sampah yang tidak baik untuk dikonsumsi.
  • Kalaza : Bagian dasar bakal buah pada Angiospermae.
  • Kapsid : Selubung virus yang tersusun atas protein.
  • Kapsomer : Suatu unit protein penyusun kapsid.
  • Karnivora : Hewan pemakan daging.
  • Knidoblas : Sel – sel beracun pada ubur – ubur.
  • Kodominan : Persilangan monohibrid dominant tak penuh.
  • Konjugasi : Perkembangbiakan makhluk hidup yang belum jelas alat kelaminnya.
  • Konseptakel : Tempat anteridium / arkegonium pada Fucus.
  • Konservasi : Upaya pelestarian sumber daya alam.
  • Kopulasi : Penyimpanan sel sperma dari alat kelamin jantan ke dalam alat kelamin betina.
  • Korion : Kantong embrio.
  • Kormus : Tumbuhan yang memiliki akar, batang, dan daun sejati.
  • Korola : Mahkota bunga / tajuk bunga.
  • Kromonema : Benang kromosom.
  • Kromosom : Pembawa gen.
  • Labium : Bibir.
  • Lactobacillus bulgaricus : Bakteri untuk membuat yoghurt.
  • Ladybird : Sejenis kepik yang merupakan predator alami bagi serangga hama.
  • Larva : Tingkat kehidupan suatu hewan sesudah menetas dari telur.
  • Lembar fotosintesik : Pada bakteri terdapat pelipatan membran sel ke arah sitoplasma.
  • Letal : Dapat mengakibatkan kematian.
  • Limnetik : Daerah yang terbuka dan dapat ditembus cahaya matahari.
  • Lingkungan : Abiotik membentuk suatu kesatuan.
  • Lipida : Lemak.
  • Lisozim : Enzim penghancur pada virus.
  • Lokus : Letak suatu gen pada kromosom.
  • Lotik : Ekosistem yang airnya mengalir.
  • Lumbricus sp. : Cacing tanah.
  • Lumut Kerak : Hubungan simbiosis antara jamur dan alga.
  • Malakogami : Penyerbukan yang diperantai oleh siput.
  • Malnutrisi : Penyakit yang disebabkan kekurangan zat makanan tertentu.
  • Megaspora : Spora yang berukuran besar, terbentuk di dalam megasporangium.
  • Metagenesis : Pergiliran keturunan antara keturunan seksual dan aseksual.
  • Metamorfosis : Pergantian bentuk dan struktur hewan dalam siklus hidupnya dari bentuk larva menjadi bentuk dewasa.
  • Mikrofil : Tempat masuknya spermatozoid ke dalam bakal biji pada tumbuhan biji.
  • Mikrosporosit : Sel induk pembentuk spermatozoid.
  • Miselium : Kumpulan benang – benang hifa.
  • Mitosis : Pembelahan inti sel.
  • Monohibrid : Satu sifat beda.
  • Mortalitas : Angka kematian.
  • mRNA : Hasil dari pencetakan (transkripsi) DNA.
  • Natalitas : Angka kelahiran.
  • Navicula : Salah satu contoh dari kelas Bacillariophyceae (Diatom).
  • Nektar : Kelenjar madu.
  • Neurospora sitophila : Jamur oncom.
  • Nikotin : Racun yang terdapat dalam tembakau.
  • Nimfa : Anak serangga yang tidak melewati tingkat larva, mirip bentuk dewasanya.
  • Nitrosomonas : Bakteri yang memecah NH3 menjadi HNO2, air, dan energi.
  • Nostoc : Sejenis Alga Hijau-Biru yang tubuhnya berbentuk bola.
  • Nukleotida : Senyawa yang tersusun atas gula, fosfat, dan basa purin atau pirimidin.
  • Nukleus : Inti sel.
  • Nukula : Tempat arkegonium pada Chara.
  • Obelia : Cnidaria air laut, yang hidup secara berkoloni.
  • Onkosfera : Embrio cacing pita yang baru menetas.
  • Oogenesis : Proses pembentukan sel telur.
  • Oogonium : Sel induk telur.
  • Ookinet : Zigot yang terbentuk.
  • Ookista : Sel telur belum matang.
  • Ordo : Tingkatan takson yang menghimpun beberapa famili.
  • Ornitogami : Penyerbukan yang diperantai oleh burung.
  • Ostium : Pori – pori pada tubuh Porifera yang berfungsi sebagai jalan masuknya air.
  • Ovarium : Tempat pembentukan sel telur.
  • Ovipar : Bertelur.
  • Ovotestis : Organ pembentuk sel telur manjadi satu dengan organ pembentuk sel sperma.
  • Ovovivipar : Bertelur dan beranak.
  • Ovum : Sel telur.
  • Parental : Induk.
  • Pedikulum : Tangkai bunga.
  • Penyerbukan : Peristiwa melekatnya serbuk sari ke kepala putik.
  • Perigonium : Tenda bunga.
  • Polusi : Pencemaran.
  • Polutan : Bahan yang mengakibatkan polusi.
  • Populasi : Kumpulan individu sejenis di suatu daerah tertentu.
  • Predator : Hewan pemangsa hewan lain.
  • Proglotid : Ruas tubuh cacing pita tempat berlangsungnya fertilisasi.
  • Prokarion : Inti tanpa membran inti.
  • Protalium : Calon tumbuhan paku.
  • Protonema : Calon tumbuhan lumut.
  • Provirus : Calon virus, terdiri dari asam inti.
  • Rekombinasi : Kombinasi baru.
  • Replikasi : Proses penggandaan asam nukleat (DNA).
  • Reproduksi : Perkembangbiakan.
  • Reseptakulum : Dasar bunga
  • Ribosom : Organel yang berfungsi mensintesis protein.
  • Rizoid : Akar semu.
  • Rizom : Batang yang tinggal di dalam tanah.
  • Sanitasi : Upaya mengelola kebersihan lingkungan.
  • Saprofit : Cara hidup dengan menguraikan sampah / sisa – sisa zat organik.
  • Segregasi : Pembelahan.
  • Seleksi alam : Seleksi yang dilakukan alam terhadap organisme.
  • Selulase : Enzim pencerna serat tumbuhan.
  • Selulosa : Serat tumbuhan.
  • Sentromer : Bagian dari kromosom yang berfungsi untuk mengatur gerakan kromosom pada saat terjadi pembelahan sel.
  • Sinergid : Sel telur cadangan.
  • Sitokinesis : Proses pembelahan sitoplasma.
  • Sorus : Kumpulan kotak spora (sporongium).
  • Spermatozoid : Sel sperma pada tumbuhan.
  • Spesies : Jenis makhluk hidup.
  • Spora : Inti sel yang berubah fungsi manjadi alat perkembangbiakan.
  • Talus : Akar, batang dan daun belum dapat dibedakan dengan jelas.
  • Tar : Komponen dalam asap rokok yang tinggal sebagai sisa sesudah dihilangkannya komponen nikotin dan cairan.
  • Teratogen : Bahan yang menyebabkan cacat embrio.
  • Transduksi : Peristiwa penggabungan DNA dari bakteri satu dengan bakteri lain dengan perantara virus.
  • Transgenik : Indivudu yang mendapat pindahan gen dari donor dan gen itu berekspresi padanya.
  • Translasi : Proses penerjemahan kode – kode untuk mensintesis protein.
  • Tropofil : Daun yang khusus berfungsi untuk fotosintesis.
  • Tubektomi : Pemandulan / sterilisasi pada perempuan.
  • Turba Fallopi : Saluran telur.
  • Ulangan : Banyaknya individu yang diberi perlakuan sama.
  • Urogenital : Gabungan antara saluran urine dal saluran kelamin.
  • Uterus : Rahim.
  • Vagina : Lubang kelamin wanita.
  • Vaksin : Patogen yang telah dilemahkan.
  • Vaksinasi : Tindakan untuk membuat seseorang menjadi kebal terhadap penyakit tertentu.
  • Variasi : Perbedaan kecil yang terdapat di antara individu sejenis.
  • Varietas ; Perbedaan besar dalam satu spesies.
  • Vas deferens : Saluran sperma.
  • Vasektomi : Pemandulan / sterilisasi pad laki – laki.
  • Vegetatif : Perkembangbiakan secara tidak kawin.
  • Virion : Satu unit lengkap virus yang dapat menginfeksi.
  • Vivipar : Beranak.
  • Weber : Garis yang membagi wilayah Indonesia berdasarkan penyebaran flora dan fauna.
  • Wendell Meredith Stanley : Tokoh yang berhasil mangisolasi dan mengkristalkan virus mosaik tembakau, dan ia menyimpulkan bahwa virus berbeda dengan bakteri.
  • Xerofit : Tumbuhan darat yang hidup di tempat kering.
  • Xilem : Jaringan pengankut yang menyangkut zat makanan dari akar ke seluruh tubuh.
  • Yolk : kuning telur.
  • Zoidiogami : Pernyebukan yang diperantai oleh hewan.
  • Zigospora : Hasil peleburan dua spora.
  • Zigot : Calon individu baru sebagai hasil peleburan sel kelamin jantan dan betina.

Definisi dan Manfaat dari Biologi

“Biologi” pasti sudah tidak asing dengan kata tersebut. Ya, biologi merupakan ilmu yang sangat penting di bumi ini. Biologi adalah ilmu pengetahuan alam yang mempelajari tetang kehidupan di dunia dari segala aspek, baik itu tentang makhluk hidup, lingkungan, maupun interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Oleh karena itu, tidak jarang ditemukan berbagai hal luar biasa yang disebut keajaiban saat mempelajari ilmu ini. Pembelajaran dari ilmu biologi yang diterapkan di dunia saat ini merupakan hasil penilitian dari para ilmuan, dan hasil ini dapat dibuktikan serta tidak melenceng dari faktanya. Saat ini perkembangan biologi yang didukung oleh kemajuan teknologi telah melahirkan banyak cabang ilmu pengetahuan lainnya. Tahukah sobat apa penyebabnya? Jika tidak, langsung saja baca yang di bawah ini.

Perkembangan ilmu biologi dari masa ke masa semakin luas, namun itu tidak terlepas dari pengaruh ilmu lainnya. Mengapa? Karena ilmu biologi juga berkaitan dengan ilmu lain, seperti fisika,kimia, dan lainnya. Nah perpaduan ini merupakan salah satu aspek yang memicu lahirnya cabang ilmu baru, karena lahirnya penelitian-penelitian yang baru.Nah, apakah penjelasan tentang biologi di atas belum cukup buat sobat? Mungkin terlalu singkat kali ya? Agar sobat terus berada di sini lama-lama. Saya akan membahas mengenai beberapa hal lebih detai tentang biologi, yaitu tentang karakteristik ilmu biologi,keterkaitan biologi dengan ilmu lainnya, Cabang biologi, serta manfaat dan bahaya biologi. Langsung saja ya.

A.Karakteristik Ilmu biologi
Kata Biologi berasal dari bahasa yunani, yaitu bio yang berarti hidup dan logosyang berarti ilmu pengetahuan.Sehingga kita dapat mengartikan bahwa biologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari dan mengkaji tentang kehidupan.Objek kajian biologi berupa benda-benda yang dapat ditangkap oleh alat indra manusia dan oleh alat bantu (contohnya mikroskop).

B.Keterkaitan Biologi dengan Ilmu Lain
Seperti dalam penjelasan di atas, biologi bukanlah ilmu yang berdiri sendiri, karena biologi juga merupakan cabang dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Layaknya manusia yang saling membantu agar tetap hidup, ilmu biologi dan ilmu lainnya dapat saling menolong agar menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan.

Bukti nyata dari hal ini adalah mikroskop yang menjadi jiwa dari biologi ditemukan berdasarkan prinsip fisika(cabang ilmu biologi lainnya).Nah, oleh karena itu kita tidak dapat menolak lagi bahwa biologi bukanlah ilmu yang dapat berdiri sendiri.

C.Cabang Biologi

Pernyataan pada pendahuluan tadi akan di buktikan pada point ini.Biologi yang berkembang sesuai ilmu teknologi, menghasilkan ribuan penumuan dalam proses penelitiannya. Dengan bantuan teknologi ruang lingkup biologi menjadi semakin luas dan melahirkan banyak cabang untuk memudahkan kita membedakan objek kajian biologi.Beberapa cabag biologi tersebut adalah

·         Morfologi      :Bentuk luar tubuh makhluk hidup
·         Anatomi       :Bagian dalam tubuh makhluk hidup
·         Histologi       :Jaringan
·         Genetika       :Pewarisan Sifat
·         Organologi    :Organ
·         Sitologi         :Sel
·         Embriologi     :Embrio
·         Botani          :Tumbuhan
·         Zoologi         :Hewan
·         Bakteriologi  :Bakteri
·         Mikologi       :Jamur

Dan masih banyak lagi cabang ilmu biologi lain.

D.Manfaat dan Bahaya Biologi
Seperti yang kita ketahui bahwa kemajuan teknologi jika dipadukan dengan ilmu biologi akan memberikan sangat banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Jika demikian Kenapa Masih Banyak kerugian dari kemajuan bioteknologi ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari simak penjelasan di bawah ini.

Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda, oleh karena itu tindakan yang dilakukan juga berbeda pula. Ada manusia yang bertindak dan menghasilkan manfaat, namun ada pula manusia yang bertindak hanya untuk kepentingan dirinya sendiri saja, tanpa memikirkan dampaknya terhadap makhluk hidup lainnya. Hal ini didorong karena adanya sifat keserakahan. Pada intinya sifat manusia dapat berpengaruh pada kelestarian alam, jadi dapat kita simpulkan bahwa  “Ilmu biologi akan bermanfaat atau malah menjadi bahaya itu tergantung kepada pribadi yang menggunakannya.”

Demikianlah postingan saya kali ini tentang ilmu bilogi, saya rasa masih ada banyak kekurangan dalam artikel ini. Karenanya jika sobat merasa bahwa ada hal yang berbeda dengan kenyataan dalam postingan saya kali ini silahkan tanggapi melalui kolom komentar.Atau kalau masih ada hal yang menjanggal di pikirang sobat silahkan saja ditanyakan. Agar kita mendapatkan ilmu baru yang akan menjadikan kita pribadi yang lebih bermanfaat bagi orang lain.